Saluran Berkat

 Saluran Berkat

Oleh St Ny Dewi Simangunsong br Siahaan (Anggota Lansia HKBP Pulo Asem)

Dalam ibadah selalu diimbau agar menjadi saluran berkat. Pernah seseorang bertanya padaku, ”Apakah saluran berkat itu hanya bentuk materi?” Aku menjawab, tidak, pertama harus ada terlebih dulu rasa syukur pada Allah. Karena rasa syukur ini lalu ingin berbagi. Nah seperti itulah, jadi tidak dalam bentuk materi, dapat memberi saran, buah pikiran, dan tenaga juga waktu.

Aku dapat menjadi saluran berkat bagi tetanggaku, karena aku senang bercocok tanam. Rumahku tidak ada halaman, tetapi got di sekeliling rumahku kutanami tanaman dan semua ditanam di dalam pot. Caranya got diberi teralis lalu ditaruh pot. Yang kutanam adalah lengkuas, sereh, kunyit, kemangi, sirih, daun salam serta lidah buaya.

Karena tanaman itu subur banyak menolong bagi tetangga, terlebih kalau lupa beli di pasar, mereka memintanya, akupun memanfaatkannya.  Itulah salah satu saluran berkat.

Kedua, ibarat air dalam water toren, kalau sudah penuh harus dibagikan ke keran yang tersedia agar tidak luber. Kalau tidak dibagi akan luber atau banyak lumut. Ketiga, kalau memang Allah memberi berkat lebih tidak salah memperhatikan saudara yang kekurangan, memperhatikan di sekeliling kita, tukang sampah, tenaga kebersihan dan asisten rumah tangga.

Memberi tidak usah digembar-gemborkan. Allah mengetahui apa yang kita beri dan tidak mengharapkan balasan.

Amsal 11:24 berbunyi, ”Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan”.

Untuk itu, marilah kita menjadi saluran berkat.

    Related post